Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Menjelaskan Istilah Emas 1.800 Ton di Bawah Bantal

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui juru bicara Haryo Limanseto menjelaskan istilah 'emas 1.800 ton di bawah bantal' bukan berarti harfiah emas berada di bawah bantal, melainkan metafora untuk emas fisik masyarakat Indonesia yang disimpan tradisional di rumah sebagai simpanan dan warisan lintas generasi. Pemerintah menegaskan angka ini berbeda dengan cadangan emas nasional sekitar 3.600 ton dengan produksi tahunan 90 ton. Emas yang dimiliki masyarakat diperkirakan bernilai sekitar US$252 miliar atau Rp4,460 triliun dengan kurs Rp17.700 per dolar Amerika Serikat.

Menurut tiap media