Klarifikasi Pemerintah soal 1.800 Ton Emas Disimpan di Bawah Bantal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengklarifikasi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terkait 1.800 ton emas yang masih disimpan masyarakat secara pribadi. Istilah 'di bawah bantal' bukan berarti secara harfiah emas berada di bawah bantal, melainkan metafora untuk emas yang disimpan di rumah tangga secara tradisional. Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan angka 1.800 ton merupakan perkiraan akumulasi kepemilikan emas masyarakat selama bertahun-tahun, dengan nilai sekitar US$252 miliar. Indonesia diperkirakan memiliki total cadangan emas sekitar 3.600 ton, dengan produksi tahunan sekitar 90 ton.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 05.55
Penjelasan Lengkap Pemerintah soal Emas 1.800 Ton di Bawah Bantal
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 15.17
1.800 Ton Emas Masyarakat di Bawah Bantal? Ini Penjelasan Pemerintah
JPNN.com · 23 Agustus 2026 pukul 14.04
Kemenko Perekonomian Klarifikasi Soal Istilah Emas di Bawah Bantal
Berita terkait
Pemerintah Pangkas Insentif Motor Listrik dari Rp 5 Juta jadi Rp 3 Juta, Ekonom Acungi Jempol
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 20.00
AS Bakal Tingkatkan Pembelian Kembali Obligasi
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 19.07
Pemerintah Lelang Sukuk Pekan Depan, Incar Dana Rp10 Triliun
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 06.55
1.800 Ton Emas Warga Masih Disimpan di Rumah, Nilainya Capai Rp4.460 Triliun
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 15.10