Impor Minyak Rusia Tahap Dua Mulai Berjalan, Dukung Ketahanan Energi Nasional
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa impor minyak mentah Rusia tahap kedua telah mulai berjalan. Langkah ini merupakan implementasi kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin, dilaksanakan melalui skema pemerintah ke pemerintah (G2G) dan pemerintah ke bisnis (G2B), serta dikoordinasikan oleh Lemigas dan Ditjen Migas. Impor ini bertujuan mendukung ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Beberapa sumber melaporkan jumlah total impor sebesar 150 juta barel, sementara sebuah laporan menyebutkan bahwa awalnya Rusia menyetujui 100 juta barel, kemudian ditambah 50 juta barel lainnya. Menurut Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, minyak impor tidak akan langsung diolah menjadi bahan bakar, melainkan dialokasikan sebagai cadangan penyangga energi nasional. Bahlil menekankan bahwa kebijaran ini tidak boleh diintervensi pihak mana pun dan dilaksanakan sesuai Perpres Nomor 26 Tahun 2026.
Tahap pertama impor sudah selesai, sementara tahap kedua sedang dalam proses persiapan kontrak jangka panjang. Menurut Liputan6.com, impor tahap dua dimulai sejak September 2026. Minyak yang diimpor akan disimpan di Indonesia sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakstabilan ekonomi global, dan disalurkan sesuai prinsip bebas aktif untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Bahlil Sebut Impor Minyak Rusai Tahap Dua Sudah Mulai Jalan
11 September 2026 pukul 16.07 · Baca aslinya ↗
Bahlil Sebut Impor Minyak Rusia Tahap Dua Sudah Mulai Jalan
11 September 2026 pukul 16.07 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Bahlil Ungkap Impor Minyak Mentah Rusia Tahap Dua Sudah Jalan
11 September 2026 pukul 20.30 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Impor Minyak Rusia, Bahlil: Kita Tidak Boleh Diintervensi Siapa Pun!
11 September 2026 pukul 21.40 · Baca aslinya ↗