Pemerintah Bangun Sekolah Rakyat untuk 4,1 Juta Anak Tak Sekolah, Target 1 Juta Siswa 2029
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Pemerintah melalui Kementerian Sosial mengembangkan Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi melalui pendidikan. Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah Rakyat menggunakan konsep pendirian berbasis asrama agar anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga tinggal dalam lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan karakter dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Saat ini, Sekolah Rakyat hanya mampu menampung sekitar 43.000 siswa, sementara masih ada sekitar 4,1 juta anak yang belum mendapatkan akses pendidikan. Pemerintah menargetkan agar Sekolah Rakyat dapat menampung 1 juta siswa pada 2029. Untuk mencapai target ini, pemerintah mendorong daerah untuk mempercepat kesiapan lokasi Sekolah Rakyat. Kabupaten Nias Barat di Sumatera Utara dan Kabupaten Grobogan di Jawa Tengah adalah dua daerah yang telah menyiapkan lokasi untuk Sekolah Rakyat. Nias Barat menyiapkan lahan seluas 8,6 hektare di Simaeasi, Kecamatan Mandrehe, dengan motivasi tingginya karena 22,47% dari sekitar 97.656 jiwa penduduk masih berada dalam kategori miskin. Grobogan menyiapkan lahan seluas 6,75 hektare di Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, yang strategis karena berada di kawasan permukiman perkotaan dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
Di sisi lain, Bupati Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menyerahkan sertifikat lahan 8 hektare di Desa Mamahe, Kecamatan Tobadak, ke Kementerian Sosial untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Lahan tersebut sebelumnya dinilai kurang layak dan dipindahkan ke lokasi baru. Penyerahan sertifikat dilakukan pada Senin (24/8/2026) setelah kunjungan Bupati ke Kemensos pada Juli 2026. Lahan yang sekarang masih berupa lahan pertanian akan dikonversi menjadi Sekolah Rakyat Tahap 3 yang direncanakan berlangsung tahun ini. Pemerintah berupaya memutus transmisi kemiskinan melalui pendidikan, dengan target menambah kapasitas Sekolah Rakyat dari 1.000 menjadi 2.500 siswa per sekolah. Berdasarkan data BPS, lebih dari satu juta anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem tidak bersekolah. Kapasitas Sekolah Rakyat saat ini hanya 43.000 siswa, sehingga urgensi pembangunan sangat tinggi.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Bupati Mamuju Tengah Serahkan Sertifikat Lahan ke Kemensos
27 Agustus 2026 pukul 10.41 · Baca aslinya ↗
kumparan
Wamensos: Negara Jemput Anak Keluarga Miskin untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan
27 Agustus 2026 pukul 20.54 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Wamensos Dorong Sekolah Rakyat Putus Mata Rantai Kemiskinan Antargenerasi
27 Agustus 2026 pukul 21.16 · Baca aslinya ↗