Wamensos Dorong Sekolah Rakyat Putus Mata Rantai Kemiskinan Antargenerasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan. Program ini ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin pada desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Kemiskinan, menurutnya, tidak hanya bisa ditangani dengan bantuan sosial, tetapi juga perlu diputus dari sumbernya melalui investasi pada pendidikan berkualitas. Sekolah Rakyat menggunakan konsep pendirian berbasis asrama agar anak tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga tinggal dalam lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan karakter dan pemenuhan kebutuhan dasar. Saat ini, sekitar 4,1 juta anak masih belum mendapatkan akses pendidikan, sementara kapasitas Sekolah Rakyat tahun ini hanya mencapai sekitar 43 ribu siswa. Pemerintah menargetkan agar pada 2029 terdapat 1 juta siswa yang terlayani.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 20.54
Wamensos: Negara Jemput Anak Keluarga Miskin untuk Putus Mata Rantai Kemiskinan
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.41
Sekolah Rakyat Segera Dibangun, Bupati Mamuju Tengah Serahkan Sertifikat Lahan ke Kemensos
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 14.16
Seminar Nasional UNIROW, Wamensos Soroti Peran Strategis Perguruan Tinggi
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.08
Zaahira, Anak Istimewa yang Merajut Asa dan Masa Depan di Sekolah Rakyat
Berita terkait
Gus Ipul soal Sekolah Rakyat: Pendidikan Kunci Indonesia Adil & Makmur
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 21.59
Pidato Prabowo, Sekolah Rakyat dan Fondasi SDM Kita
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 13.00
Presiden RI: Tak ada investasi lebih berharga dari masa depan anak
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 13.17
182 Sekolah Rakyat Beroperasi, Prabowo Bicara Masa Depan Anak
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.28