Pemerintah Temukan 25 Merek Beras Fortifikasi Tidak Memenuhi Standar dengan Harga Jual Melonjak
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar (TMS) pada pemeriksaan empat laboratorium kredibel. Produk tersebut diduga palsu karena kandungan gizinya tidak sesuai dengan label kemasan. Beras fortifikasi seharusnya ditujukan untuk kelompok rentang seperti ibu hamil, ibu menyusui, masyarakat miskin, dan penanganan stunting, bukan dilakukan penipuan.
Terdapat perbedaan harga antara kedua media. CNBC Indonesia melaporkan kerugian konsumen Rp89 triliun, dengan produk sorotan WFO dijual Rp57.600/kg padahal harga wajar Rp13.500/kg, selisih Rp44.100/kg atau Rp44 juta per truk 10 ton. Liputan6.com menyebut rata-rata harga jual 25 merek Rp23.385 per kg jauh di atas harga wajar Rp13.689 per kg.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan ketidaksesuaian label dan harga tinggi merugikan konsumen serta menghambat tujuan program fortifikasi nasional.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Amran Geram, Beras Fortifikasi Abal-abal Rugikan Masyarakat Rp 89 T
15 September 2026 pukul 12.54 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Rincian 25 Merek Beras Fortifikasi yang Diduga Palsu
15 September 2026 pukul 14.30 · Baca aslinya ↗