Pemerintah Uji Akurasi Data Desil BPS dan Soroti Anggaran Pemutakhiran
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan menguji keakuratan data desil BPS menggunakan sampel ratusan data sebelum dijadikan dasar kebijakan. Hal ini dipicu temuan ketidaksesuaian data, termasuk kasus anak Purbaya yang seharusnya desil 7 namun tercatat desil 10. Jika data belum akurat, pemerintah mempertimbangkan penggunaan data lama sementara perbaikan dilakukan bertahap. Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) ini krusial karena menjadi dasar rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat desil 9 dan 10, meski Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut hal tersebut masih dalam pembahasan.
Terkait anggaran, Purbaya mempertanyakan kebutuhan dana tambahan BPS. Pemerintah telah mengalokasikan lebih dari Rp7 triliun untuk sensus dan pemutakhiran data, dengan total anggaran BPS melebihi Rp9 triliun. Terdapat perbedaan informasi mengenai pengajuan dana: satu sumber menyebut Purbaya belum menerima pengajuan tambahan anggaran, sementara sumber lain menyebutkan adanya keraguan Purbaya atas kebutuhan tambahan dana sebesar Rp1,4 triliun, mengingat sebelumnya BPS telah meminta Rp3 triliun dengan janji penggabungan sensus dan pemutakhiran data.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Purbaya Tak Tutup Mata Soal Data Desil: Anak Saya Desil 7 Harusnya 10
8 September 2026 pukul 17.30 · Baca aslinya ↗
BPS Minta Anggaran Lagi untuk Perbaiki Data Desil, Purbaya: Dulu Janji Harusnya Cukup
8 September 2026 pukul 18.15 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Desil Semrawut, Purbaya Heran BPS Minta Duit Lagi: Dulu Janjinya...
9 September 2026 pukul 07.15 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Anaknya Masuk Desil 7, Purbaya Soroti Data BPS yang Meleset
9 September 2026 pukul 13.08 · Baca aslinya ↗