Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Pengadilan Filipina Beri Perintah Penangkapan Wapres Sara Duterte atas Tiga Ancaman

Pengadilan Negeri Quezon City, Filipina, mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte atas tiga dakwaan ancaman serius terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez. Dakoaan berasal dari pernyataan Sara dalam konferensi pers November 2024, di mana ia menyatakan akan membunuh tiga tokoh tersebut jika dirinya dibunuh terlebih dahulu. Pengadilan menetapkan jaminan sebesar 120.000 peso Filipina (Rp 33,7 juta) untuk setiap dakwaan. Sara membantah melakukan ancaman dan menyatakan melalui pengacaranya bahwa ia tidak berniat menghindari hukum serta akan menempuh semua upaya hukum yang tersedia.

Sementara itu, Sara juga menghadapi proses pemakzulan di Senat terkait dugaan penyalahgunaan dana publik selama menjabat sebagai Wakil Presiden dan Menteri Pendidikan. Jika dinyatakan bersalah dalam sidang pemakzulan, ia dapat dilengserkan dari jabatannya, dan langkahnya untuk mencalonkan diri kembali pada pemilu 2028 bisa terancam gagal. Pemakzulan dan kasus pidana ini sedang berjalan secara paralel, menambah tekanan hukum yang dihadapi oleh putri mantan Presiden Rodrigo Duterte ini.

Menurut tiap media