Pengadilan Filipina Beri Perintah Penangkapan Wapres Sara Duterte atas Tiga Ancaman
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Pengadilan Negeri Quezon City, Filipina, mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte atas tiga dakwaan ancaman serius terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez. Dakoaan berasal dari pernyataan Sara dalam konferensi pers November 2024, di mana ia menyatakan akan membunuh tiga tokoh tersebut jika dirinya dibunuh terlebih dahulu. Pengadilan menetapkan jaminan sebesar 120.000 peso Filipina (Rp 33,7 juta) untuk setiap dakwaan. Sara membantah melakukan ancaman dan menyatakan melalui pengacaranya bahwa ia tidak berniat menghindari hukum serta akan menempuh semua upaya hukum yang tersedia.
Sementara itu, Sara juga menghadapi proses pemakzulan di Senat terkait dugaan penyalahgunaan dana publik selama menjabat sebagai Wakil Presiden dan Menteri Pendidikan. Jika dinyatakan bersalah dalam sidang pemakzulan, ia dapat dilengserkan dari jabatannya, dan langkahnya untuk mencalonkan diri kembali pada pemilu 2028 bisa terancam gagal. Pemakzulan dan kasus pidana ini sedang berjalan secara paralel, menambah tekanan hukum yang dihadapi oleh putri mantan Presiden Rodrigo Duterte ini.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Pengadilan Filipina Perintahkan Tangkap Wapres Sara Duterte!
4 September 2026 pukul 16.33 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
Pengadilan Filipina keluarkan perintah penangkapan untuk Sara Duterte
4 September 2026 pukul 17.07 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
Pengadilan Perintahkan Penangkapan Wapres Filipina
4 September 2026 pukul 18.15 · Baca aslinya ↗