Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Pengadilan Perintahkan Penangkapan Wapres Filipina

Pengadilan Negeri Quezon City, Filipina, mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte atas tuduhan ancaman serius terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. dan sejumlah pejabat tinggi. Tiga dakwaan terpisah diajukan oleh Departemen Kehakiman Filipina terkait pernyataan kontroversial Duterte dalam konferensi pers daring pada November 2024, di mana ia mengancam akan membunuh Presiden Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez jika dirinya terbunuh terlebih dahulu. Pengacara Duterte, Paul Lawrence Lim, menegaskan kliennya tidak akan menghindari proses hukum dan akan menempuh semua upaya hukum yang tersedia. Pengadilan juga menetapkan nilai jaminan agar Duterte tidak ditahan. Pihak Istana Kepresidenan menyatakan netral dan menghormati keputusan peradilan. Selain kasus hukum ini, Duterte juga menghadapi ancaman pemakzulan dari parlemen Filipina, namun ia belum berencana untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Duterte, 48 tahun, adalah putri mantan Presiden Rodrigo Duterte dan menjadi wakil presiden ke-15 serta termuda di sejarah Filipina saat terpilih pada 2022.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait