Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Pengamat: September Hitam Harus Diwaspadai Agar Tidak Menjadi Mobilisasi Kebencian

Pengamat politik Ayip Tayana dari Indeks Data Nasional menilai istilah 'September Hitam' yang viral di media sosial sebagai bagian dari aktivisme digital yang positif, namun mengingatkan agar momentum ini tidak digunakan untuk mobilisasi massa berbasis kebencian. Ia menekankan bahwa peristiwa mengenaskan pada masa lalu memang tidak bisa dilupakan, tetapi harus disikapi secara konstruktif.

Ayip mengakui bahwa rencana demonstrasi mahasiswa terkait pelanggaran HAM masa lalu sah-sah saja sebagai bagian dari demokrasi, namun mempertanyakan apakah demonstrasi merupakan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan pelanggaran HAM. Ia menyatakan bahwa pemerintah sudah mengakui 12 kasus pelanggaran HAM berat dan berkomitmen untuk memulihkan korban, sehingga tuntutan aksi yang hanya meminta pengakuan ulang terhadap pelanggaran yang sudah diakui dinilai tidak tepat.

Pengamat menekankan bahwa mahasiswa dan masyarakat sipil seharusnya memberikan solusi konkret, seperti mengidentifikasi korban yang belum terverifikasi, memastikan pemulihan benar-benar terwujud, dan mencegah pelanggaran serupa terjadi di masa depan. Ia juga meminta agar demonstrasi tidak hanya menuntut pengakuan, tetapi juga mendorong solusi nyata dalam penyelesaian persoalan HAM.

Menurut tiap media