Pengamat: September Hitam Harus Diwaspadai Agar Tidak Menjadi Mobilisasi Kebencian
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Pengamat politik Ayip Tayana dari Indeks Data Nasional menilai istilah 'September Hitam' yang viral di media sosial sebagai bagian dari aktivisme digital yang positif, namun mengingatkan agar momentum ini tidak digunakan untuk mobilisasi massa berbasis kebencian. Ia menekankan bahwa peristiwa mengenaskan pada masa lalu memang tidak bisa dilupakan, tetapi harus disikapi secara konstruktif.
Ayip mengakui bahwa rencana demonstrasi mahasiswa terkait pelanggaran HAM masa lalu sah-sah saja sebagai bagian dari demokrasi, namun mempertanyakan apakah demonstrasi merupakan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan pelanggaran HAM. Ia menyatakan bahwa pemerintah sudah mengakui 12 kasus pelanggaran HAM berat dan berkomitmen untuk memulihkan korban, sehingga tuntutan aksi yang hanya meminta pengakuan ulang terhadap pelanggaran yang sudah diakui dinilai tidak tepat.
Pengamat menekankan bahwa mahasiswa dan masyarakat sipil seharusnya memberikan solusi konkret, seperti mengidentifikasi korban yang belum terverifikasi, memastikan pemulihan benar-benar terwujud, dan mencegah pelanggaran serupa terjadi di masa depan. Ia juga meminta agar demonstrasi tidak hanya menuntut pengakuan, tetapi juga mendorong solusi nyata dalam penyelesaian persoalan HAM.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
JawaPos
Viral Istilah September Hitam, Pengamat Ingatkan Demo Jangan Didasari Kebencian
13 September 2026 pukul 14.16 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Soal Wacana September Hitam, Pengamat: Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi
13 September 2026 pukul 21.50 · Baca aslinya ↗