Soal Wacana September Hitam, Pengamat: Jangan Berubah Jadi Mobilisasi Emosi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik dari Indeks Data Nasional, Ayip Tayana, menyampaikan pesan agar isu September Hitam di media sosial tidak berkembang menjadi mobilisasi massa berbasis kebencian. Menurutnya, fenomena ini merupakan bagian dari aktivisme digital yang positif sebagai pengingat kolektif publik, namun perlu diwaspadai agar tidak mudah terpancing emosi. Ayip mengakui bahwa demonstrasi terkait pelanggaran HAM yang diwacanakan saat membangun September Hitam sah-sah saja sebagai bagian dari demokrasi, namun mempertanyakan apakah demonstrasi merupakan satu-satunya solusi untuk menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu. Ia menekankan bahwa saat ini pemerintah sudah menempuh upaya progresif, seperti mengakui 12 pelanggaran HAM berat masa lalu dan berkomitmen melakukan pemulihan terhadap korban. Ayip juga menyampaikan bahwa mahasiswa dan masyarakat sipil seharusnya sudah naik kelas, tidak lagi hanya menuntut pengakuan, tetapi juga memberikan solusi konkret dalam menyelesaikan persoalan HAM.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 13 September 2026 pukul 14.16
Viral Istilah September Hitam, Pengamat Ingatkan Demo Jangan Didasari Kebencian
Berita terkait
Polisi Ungkap Hasil Investigasi Demo 27 Agustus: Didanai Badan Hukum, 83 Anak Terlibat
Warta Ekonomi · 13 September 2026 pukul 13.30
Tak Cuma Demo ke Rumah Solo, Warga Diajak 'Kacaukan' Safari Jokowi: Lakukan Itu di Setiap Daerah
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 01.04
Kemhan: Program Bela Negara Bukan Hukuman untuk Pelajar Ikut Demo
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.20
PSI Soroti Demo di Rumah Jokowi, Temukan Poster Berkaitan PDIP: Emang Udah Rusak?
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 15.29