Pengelolaan Sampah Perkotaan dan Teknologi Waste-to-Energy di Indonesia
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Kementerian ESDM mengungkapkan timbunan sampah perkotaan Indonesia mencapai 71 juta ton per tahun, namun hanya sekitar 25 persen atau 17,8 juta ton yang berhasil diolah. Sisa 75 persen atau 53,2 juta ton belum dikelola optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Data ini diungkapkan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2026 di Jakarta. PT Sucofindo (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Hsucheng Environmental Technology Services (Shanghai) Co., Ltd. (HCETS) pada 13 Agustus 2026 untuk mengembangkan teknologi Waste to Energy (WTE) di Indonesia. Direktur Utama Sucofindo, Sandry Pasambuna, menekankan bahwa keberhasilan proyek WTE tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesesuaian dengan karakteristik sampah, kualitas konstruksi, pengendalian emisi, dan pengelolaan residu. Perbedaan acara pengumuman: Liput6.com menyebut MoU ditandatangani pada 13 Agustus 2026, sementara CNN Indonesia menyebut pengumuman data pada ISEW 2026. Kedua media merujuk pada teknologi waste-to-energy sebagai solusi pengelolaan sampah residu yang tidak dapat didaur ulang.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Olah Sampah Jadi Energi, BUMN Ini Gandeng Perusahaan China
19 Agustus 2026 pukul 18.32 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Sampah Kota Belum Diolah Optimal, ESDM Dorong Sulap Jadi Listrik
21 Agustus 2026 pukul 03.45 · Baca aslinya ↗