Penutupan Satuan Pelayanan Gizi Program Makan Bergizi Gratis karena Masalah SLHS
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penutupan sementara terhadap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Terdapat perbedaan data jumlah penutupan: ANTARA News dan Media Indonesia melaporkan 62 dari 378 SPPG di Kabupaten Tangerang ditutup sejak 7 September 2026, sementara JPNN.com menyebutkan total 1.999 dapur SPPG ditutup sementara secara nasional setelah verifikasi puluhan ribu dapur. Selain itu, BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima program.
Pengelola SPPG di Tangerang diberikan waktu 20 hari untuk mengurus SLHS melalui Dinas Kesehatan agar dapat beroperasi kembali; jika tidak, penutupan menjadi permanen. Di sisi lain, jurnalis Ahmad Arif menyoroti masalah sistemik program MBG yang menyebabkan 177 kasus keracunan pada lebih dari 20.000 anak di 33 provinsi hingga akhir 2025. Masalah tersebut dipicu oleh skala produksi besar, pengawasan reaktif, dan rantai distribusi yang terlalu panjang.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Ngeri! Terungkap 'Zona Gelap' Distribusi MBG yang Bikin Ribuan Siswa Keracunan
11 September 2026 pukul 19.50 · Baca aslinya ↗
ANTARA News
62 SPPG di Tangerang ditutup karena tak kantongi SLHS
12 September 2026 pukul 15.59 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
62 Satuan Pelayanan Gizi di Tangerang Ditutup Sementara karena tak Punya SLHS
12 September 2026 pukul 16.31 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
1.999 Dapur SPPG Ditutup Sementara, Akademisi Apresiasi Ketegasan BGN
14 September 2026 pukul 11.49 · Baca aslinya ↗