Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Penyebaran Abu Krakatau Membuat Kualitas Udara Jakarta dan Sekitarnya Menjadi Tidak Sehat

Letusan Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 menyebabkan sebaran abu vulkanik hingga radius 100–200 kilometer, mencakup Banten, Jawa Barat, dan Jakarta. Pada Minggu (6/9/2026), konsentrasi abu mencapai ketinggian 20.000 kaki dan meningkatkan kualitas udara di sejumlah lokasi menjadi kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Di Jakarta Selatan, konsentrasi PM10 mencapai 151 µg/m³ dan PM2.5 mencapai 68 µg/m³, sementara di Jakarta Pusat masing-masing mencapai 110 µg/m³ dan 65 µg/m³. Pemerintah melakukan penyiraman water mist pada 6-7 September 2026 untuk mengurangi endapan abu vulkanik di Jakarta. Penyiraman menghasilkan penurunan PM10 di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan, serta penurunan PM2.5 di Jakarta Utara dan Jakarta Timur, namun beberapa wilayah seperti Kembangan dan Kebon Jeruk masih membutuhkan perhatian. Sulfur dioksida (SO2) belum menunjukkan perbaikan secara merata.

Menurut tiap media