Jakarta · Minggu, 6 September 2026Cari
WargaKonoha

Kualitas Udara Memburuk, Produktivitas Masyarakat Terancam Abu Anak Krakatau

Letusan Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 menyebabkan sebaran abu vulkanik hingga radius 100–200 kilometer, mencakup wilayah Banten, Jawa Barat, dan Jakarta. Pada Minggu (6/9/2026), konsentrasi abu mencapai ketinggian 20.000 kaki dan meningkatkan kualitas udara di sejumlah lokasi menjadi kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin menyatakan paparan abu vulkanik meningkatkan konsentrasi PM10 dan PM2.5 di Citayam, Tangerang Selatan, Rangkasbitung, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Di Jakarta Selatan, konsentrasi PM10 mencapai 151 µg/m³ dan PM2.5 mencapai 68 µg/m³, sementara di Jakarta Pusat masing-masing mencapai 110 µg/m³ dan 65 µg/m³. Kondisi ini berpotensi membatasi aktivitas luar ruangan dan meningkatkan risiko bagi produktivitas masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan penderita penyakit pernapasan. Ahmad menekankan bahwa konsentrasi polutan tidak seluruhnya berasal dari abu vulkanik, melainkan juga berasal dari transportasi, industri, dan aktivitas domestik lainnya. Untuk mengurangi paparan, masyarakat disarankan untuk beraktivitas di dalam rumah dengan pintu dan jendela tertutup, serta menggunakan masker jika perlu keluar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait