Perang AS-Iran di Selat Hormuz Membuat Harga Minyak Naik & Pasar Energi Sering Gunakan Rute Alternatif
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Perang AS-Iran di Selat Hormuz memuncak dengan saling serang kapal tanker. Iran mengklaim menyerang 10 kapal sebagai balasan hancirkan 5 tanker AS. Serangan rudal dan drone menewaskan dan merusak kapal di Irak, Dubai, Teluk Oman. Harga minyak Brent tembus US$101/bulan, diesel US$5,94/galon. Volume di Selat Hormuz turun drastis dari 8-9 juta ke 2 juta barel/hari. Konflik melibatkan Israel dan Arab Saudi memperburuk ketidakpastian pasokan. HSBC proyeksikan pasar minyak tidak seimbang hingga 2027, aliran minyak naik dari 6 juta ke 9,5 juta barel/hari pada 2027, tetapi masih di bawah pra-konflik 19-20 juta barel/hari. Harga minyak fluktuasi tergantung diplomasi dan serangan terkini.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Perang Timteng Makin Membara, AS-Iran Saling Serang Membabi-buta
10 September 2026 pukul 07.00 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Harga Minyak Tembus US$ 101 per Barel!
10 September 2026 pukul 08.21 · Baca aslinya ↗
Media Indonesia
HSBC Prediksi Pasar Minyak Dunia tidak Seimbang hingga Pertengahan 2027
10 September 2026 pukul 15.35 · Baca aslinya ↗