Perang Timteng Makin Membara, AS-Iran Saling Serang Membabi-buta
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Iran saling menyerang kapal tanker di sekitar Selat Hormuz. Iran mengklaim menyerang 10 kapal sebagai balasan atas penghancuran lima tanker minyak mereka oleh AS. Eskalasi ini dipicu oleh serangan rudal balistik Garda Revolusi Iran terhadap kapal perang AS, yang direspons Washington dengan kebijakan menyerang tanker Iran setiap kali aset militer mereka terancam.
Situasi ini berdampak signifikan pada pasar energi global, di mana harga minyak Brent menembus US$100 per barel dan harga diesel di AS mencapai rekor US$5,94 per galon. Volume aliran minyak di Selat Hormuz anjlok drastis dari 8-9 juta barel menjadi sekitar 2 juta barel per hari. Selain itu, serangan drone dan rudal telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan pada kapal dagang di perairan Irak, Dubai, dan Teluk Oman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 September 2026 pukul 08.21
Harga Minyak Tembus US$ 101 per Barel!
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 07.54
Harga Minyak Makin Panas, Nyaris Sentuh USD97 per Barel dalam Enam Pekan
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 07.45
Harga Minyak Hampir Tembus US$ 100 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 07.54
Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Bisa Lampaui USD120 dalam Waktu Dekat
Berita terkait
Harga Minyak Turun ke US$89,45 saat Pasar Pantau Sikon Perang AS-Iran
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 09.20
Harga Minyak Melonjak Setelah AS-Iran Saling Serang
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 15.45
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Tembus US$96 per Barel
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 09.19
Harga Minyak Dunia Hari Ini Melompat Setelah Ketegangan Meningkat di Selat Hormuz
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 08.53