Pertamina Luncurkan B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Bangun Ekonomi Berbasis Kebun
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
PT Pertamina (Persero) mengembangkan program energi terbarukan melalui biosolar B50 dan perluasan bioetanol berbasis tebu untuk mengurangi ketergantungan impor energi. B50, campuran 50% FAME dan 50% solar fosil, mulai didistribusikan 1 Juli 2026 melalui New Gantry System di 11 lokasi dengan rata-rata 73 ribu kiloliter per hari hingga 20 Agustus 2026. Program ini mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi.
Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono menyatakan program ini berpotensi menciptakan 2,1 juta lapangan kerja, menghemat devisa negara Rp 170 triliun, serta menurunkan emisi karbon 44 juta ton CO2. Kolaborasi dengan BUMN perkebunan seperti PTPN dan petani lokal mengolah hasil kebun tebu menjadi etanol dan minyak sawit menjadi FAME, sehingga hasil panen langsung diserap ke rantai pasok energi nasional.
Distribusi mencakup 120 terminal BBM di seluruh Indonesia dengan metode blending sequential dan inline. Program ini merupakan langkah strategis memanfaatkan sumber daya alam Indonesia untuk pemerataan ekonomi berbasis kemandirian daerah.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Pertamina Ungkap Dampak B50 & Bioetanol: Ciptakan 2,1 Juta Lapangan Kerja
27 Agustus 2026 pukul 20.23 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
B50 Jadi Senjata Kurangi Impor Solar, Pertamina Siapkan Infrastruktur Blending hingga Distribusi
28 Agustus 2026 pukul 16.23 · Baca aslinya ↗