Pertamina Patra Niaga Kembangkan SAF dari Minyak Jelantah di Kilang Cilacap
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Pertamina Patra Niaga mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Kilang Cilacap, Jawa Tengah, dengan memanfaatkan minyak jelantah (Used Cooking Oil) sebagai bahan baku. Kapasitas pengolahan kilang ditaksir 348 ribu barel per hari, dan proyek ini diproyeksikan menjadi green refinery pertama di Indonesia. Inisiatif ini mendukung kemandirian energi hijau nasional melalui penerapan ekonomi sirkular, mengubah limbah menjadi sumber energi yang bernilai tambah.
Sumber minyak jelantah mencakup program Makan Bergizi Gratis, koperasi desa, hotel, restoran, dan asosiasi pengusaha limbah minyak goreng (Gapulimgi), dengan potensi pasokan tahunan antara 240.000 hingga 300.000 ton. Hasil pengolahan berupa bahan bakar pesawat ramah lingkungan yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan industri penerbangan nasional.
Beberapa laporan menyatakan kapasitas pengolahan sebesar 348 ribu barel per hari, sementara Liputan6.com menyebutkan angka 348.000 barel per hari, yang secara numerik setara. Semua sumber menegaskan proyek ini sebagai green refinery pertama di Indonesia dan bagian dari strategi energi berkelanjutan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Warta Ekonomi
Pertamina Patra Niaga Ajak Media Melihat Langsung Pengembangan Sustainable Aviation Fuel
11 September 2026 pukul 05.00 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
348 Ribu Barel Sehari Minyak Jelantah Diolah Jadi Bahan Bakar Pesawat SAF di Cilacap
11 September 2026 pukul 07.25 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Pertamina Patra Niaga Kembangkan SAF Berbasis Minyak Jelantah di Kilang Cilacap
11 September 2026 pukul 08.28 · Baca aslinya ↗