PHR Tandatangani KBH Pengembangan MNK Rokan untuk Energi Nasional
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui PT PHE Rokan Nonkonvensional menandatangani Kontrak Bagi Hasil (KBH) MNK Rokan untuk pengembangan migas nonkonvensional di Zona Rokan. Proyek ini menjadi pionir pengembangan MNK di Indonesia dengan potensi sumber daya 724 juta barel setara minyak (MMBOE) di struktur North Aman. Pengembangan MNK bertujuan menjaga keberlanjutan produksi migas konvensional yang semakin matang serta membuka sumber daya baru untuk ketahanan energi nasional.
Keberhasilan Gulamo DET-1 (2023) dan Kelok DET-1 (2024) memperkuat keyakinan potensi MNK di struktur North Aman. Proyek didukung oleh keputusan Menteri ESDM Nomor 246.K/MG.04/MEM.M/2026 yang memberikan kepastian regulasi, skema cost recovery split adaptif, dan insentif investasi. Rokan dipilih sebagai pionir karena ekosistem operasional yang sudah ada, termasuk infrastruktur produksi dan rantai pasok. Jika berhasil, model Rokan dapat direplikasi ke wilayah lain seperti South Aman, Rangau, dan Balam.
Perbedaan format nomor keputusan ESDM: Liputan6.com dan CNBC Indonesia menyebut Nomor 246.K/MG.04/MEM.M/2026, sementara CNN Indonesia menyebut Nomor 246/K/MG.04/MEM.M/2026 (tidak ada "K" kedua setelah 246).
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
PHR Teken Kontrak Bagi Hasil Pengembangan Shale Oil Blok Rokan
15 September 2026 pukul 18.42 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
MNK Rokan: Tonggak Baru Pengembangan MNK Indonesia Oleh Pertamina
16 September 2026 pukul 15.51 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
PHR Siapkan Pionir Penggalian Sumber Migas Baru Lewat KBH MNK Rokan
16 September 2026 pukul 16.58 · Baca aslinya ↗