Perwakilan Indonesia di Forum PBB Rantai Risiko AI bagi Anak
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menghadiri forum tingkat tinggi PBB di Amerika Serikat untuk membahas perlindungan anak dari risiko kecerdasan buatan (AI). Forum yang dipimpin oleh perwakilan Prancis, Spanyol, Kenya, dan Australia menekankan pentingnya penilaian risiko independen sebelum teknologi AI dapat diakses oleh anak-anak, guna mencegah pelanggaran privasi, penyalahgunaan data, serta paparan konten berbahaya. Dalam konteks nasional, Menkomdigi menyatakan bahwa 70 juta anak Indonesia perlu dilindungi dari risiko yang ditimbulkan AI, sehingga perlu adanya kebijakan perlindungan yang ditetapkan sejak dini. Ia menekankan bahwa keselamatan anak tidak bisa hanya diserahkan kepada algoritma atau orang tua, tetapi membutuhkan kolaborasi dari pemerintah, platform teknologi, industri, sekolah, dan komunitas internasional. Para peserta sepakat mempercepat kerja sama internasional dalam menetapkan standar keselamatan dan penelitian dampak AI terhadap perkembangan anak. Pembahasan lanjutan mengenai metodologi penilaian dan pendanaan dijadwalkan pada Paris Peace Forum November 2026. Selain itu, Menkomdigi juga berkoordinasi dengan perwakilan Roblox dan Google terkait perlindungan ruang digital serta penguatan infrastruktur ekosistem digital.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
Menkomdigi hadiri forum PBB tentang perlindungan anak dari risiko AI
23 September 2026 pukul 13.59 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Menkomdigi: 70 Juta Anak Indonesia Perlu Dilindungi dari Risiko AI
23 September 2026 pukul 19.56 · Baca aslinya ↗