Prabowo Pertahankan Kabinet Koalisi di Tengah Kritik 'Gemuk' dan 'Tidak Efisien'
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik terhadap Kabinet Merah Putih yang dianggap gemuk dan tidak efisien. Dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Prabowo menjelaskan bahwa struktur pemerintahan yang besar merupakan konsekuensi dari sistem demokrasi yang membutuhkan koalisi. Ia menekankan bahwa Indonesia, dengan populasi hampir 300 joule jiwa dan wilayah setara dengan Eropa, tidak mungkin dipimpin hanya oleh satu partai.
Prabowo menyatakan bahwa kabinetnya yang didukung oleh delapan partai di parlemen sudah efisien dibandingkan dengan banyak negara lain yang mungkin melibatkan belasan hingga puluhan partai. Ia membandingkan Indonesia dengan negara-negara Eropa yang terdiri dari lebih dari 27 negara, sehingga membutuhkan kerja sama lintas partai untuk mengelola negara yang menjadi ketujuh terbesar di dunia secara populasi. Menurutnya, tidak mungkin sebuah negara sebesar Indonesia dipimpin oleh hanya satu partai saja.
Beberapa perbedaan muncul dalam pelaporan. SINDOnews dan CNBC Indonesia menyebut kabinet didukung oleh delapan partai, sementara Detik.com menyatakan koalisi tujuh dari delapan partai di parlemen. Detik.com juga melaporkan bahwa Indonesia memiliki 49 instansi dalam kabinetnya, sementara Timor Leste hanya memiliki 28 institusi kabinet meski wilayahnya jauh lebih kecil. Prabowo menolok wajah dengan perbandingan ini untuk membenarkan struktur kabinet yang besar.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Kabinetnya Disebut Gemuk dan Tidak Efisien, Prabowo: Karena Demokrasi, Saya Harus Berkoalisi
31 Agustus 2026 pukul 12.44 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Prabowo: Tidak Mungkin Indonesia Hanya Dipimpin Satu Partai
31 Agustus 2026 pukul 13.20 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Prabowo Buka Suara Kabinetnya Dibilang Gemuk dan Tak Efisien
31 Agustus 2026 pukul 14.05 · Baca aslinya ↗