Prabowo Buka Suara Kabinetnya Dibilang Gemuk dan Tak Efisien
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik terhadap Kabinet Merah Putih yang sering disebut 'gemuk' dan 'tidak efisien'. Dalam penutupan Muktamar ke-35 NU, ia menjelaskan bahwa kabinetnya didukung oleh koalisi tujuh dari delapan partai di parlemen, sehingga membutuhkan banyak jabatan untuk mengatur negara dengan jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa. Ia menolok wajah dengan Timor Leste yang hanya memiliki 28 institusi kabinet meski wilayahnya jauh lebih kecil, sementara Indonesia memiliki 49 instansi dalam kabinetnya. Prabowo berargumen bahwa sebagai negara terbesar keempat di dunia, Indonesia tidak bisa hanya dikendalikan oleh satu partai, sehingga koalisi yang melibatkan delapan partai justru dianggapnya sudah efisien dibandingkan negara lain yang mungkin melibatkan belasan atau puluhan partai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 12.44
Kabinetnya Disebut Gemuk dan Tidak Efisien, Prabowo: Karena Demokrasi, Saya Harus Berkoalisi
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 14.45
Kabinet Disebut Gemuk, Prabowo Bilang Negara Besar Tak Bisa Dipimpin Satu Partai
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 13.39
Prabowo Target Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026, Hemat Rp 100 Triliun
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 10.14
Prabowo Terbang Lagi ke Jombang untuk Penutupan Muktamar NU
Berita terkait
Presiden bertolak ke Jatim hadiri penutupan Muktamar ke-35 NU
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 10.03
Prabowo Colek Gus Yahya di Muktamar: Aku Dari Dulu Minta Kartu NU
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 18.05
Prabowo Bertolak ke Jombang, Hadiri dan Buka Muktamar ke-35 NU
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 14.08
Presiden Prabowo Akan Buka Muktamar Ke-35 NU di Jombang
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 11.14