Presiden Kamerun Paul Biya Absen dari Publik Selama Dua Bulan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Kamerun Paul Biya, 93 tahun, memicu spekulasi setelah tidak kembali ke negaranya sejak kunjungan pribadi ke Eropa pada 7 Juni 2026. Juru bicara pemerintah, René Emmanuel Sadi, menyatakan Biya berada di Jenewa, Swiss, dalam kondisi sehat dan tidak sedang dirawat di rumah sakit. Ketidakhadiran selama dua bulan ini merupakan kunjungan luar negeri terlama tanpa jeda dalam beberapa tahun terakhir.
Terdapat perbedaan data mengenai masa jabatan; CNBC Indonesia menyebut Biya memerintah sejak 1984, sementara SINDOnews menyebut sejak 1982. Meskipun absen, pemerintah mengklaim Biya tetap mengambil keputusan penting seperti perombakan militer. Namun, oposisi mempertanyakan kekosongan jabatan di tengah masalah korupsi, infrastruktur, pengangguran, serta konflik separatis dan Boko Haram. Pemerintah sebelumnya telah melarang media membahas kesehatan presiden demi keamanan nasional.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNBC Indonesia
Presiden Ini Memerintah Sejak 1984, Mendadak "Hilang" Tak Berjejak
15 Agustus 2026 pukul 21.45 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Presiden Tertua di Dunia Pamitnya Kunjungan Singkat ke Eropa, tapi Sudah 2 Bulan Tak Pulang
16 Agustus 2026 pukul 10.42 · Baca aslinya ↗