Presiden Tertua di Dunia Pamitnya Kunjungan Singkat ke Eropa, tapi Sudah 2 Bulan Tak Pulang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Kamerun, Paul Biya, yang berusia 93 tahun dan merupakan presiden tertua di dunia, belum kembali ke negaranya setelah melakukan kunjungan pribadi singkat ke Eropa sejak 7 Juni. Ketidakhadiran selama dua bulan ini menjadi kunjungan luar negeri terlama tanpa jeda dalam beberapa tahun terakhir, memicu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya dan tata kelola pemerintahan selama ia absen.
Juru bicara pemerintah, René Emmanuel Sadi, mengonfirmasi bahwa Biya berada di Jenewa, Swiss, dan tidak sedang dirawat di rumah sakit. Biya telah berkuasa sejak 1982 dan memenangkan masa jabatan kedelapan tahun lalu. Pemerintah Kamerun sebelumnya telah melarang media membahas kesehatan presiden dengan alasan keamanan nasional guna meredam rumor yang sering muncul karena jarang terlihat di publik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 21.45
Presiden Ini Memerintah Sejak 1984, Mendadak "Hilang" Tak Berjejak
Berita terkait
Profil Paul Biya, Presiden Tertua di Dunia yang 2 Bulan Kunjungan ke Eropa Tak Pulang-pulang
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 15.45
Presiden Tertua di Dunia Sudah 71 Hari Kunjungan ke Eropa tapi Tak Pulang-pulang, Ada di Mana Dia?
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 10.34
3 Penguasa Lansia yang Menolak Lengser, Salah Satunya Presiden Tertua di Dunia
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 07.43
Bilangnya Sebentar, Presiden Pergi 10 Minggu ke Eropa dan Baru Pulang
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 11.55