Presiden Ini Memerintah Sejak 1984, Mendadak "Hilang" Tak Berjejak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Kamerun Paul Biya, 93 tahun, memicu spekulasi setelah menghilang dari publik selama dua bulan sejak kunjungan pribadi ke Eropa pada 7 Juni 2026. Juru bicara pemerintah menyatakan Biya berada di Jenewa, Swiss, dan dalam kondisi sehat, namun detail aktivitasnya tidak dijelaskan. Ketidakhadiran ini memicu pertanyaan mengenai kondisi kesehatan dan tata kelola pemerintahan di tengah dominasi partai berkuasa.
Biya telah memimpin Kamerun sejak 1984 dan menjadi salah satu pemimpin dengan masa jabatan terlama di dunia. Meskipun absen, ia diklaim tetap mengambil keputusan penting, termasuk perombakan militer. Namun, oposisi mulai mempertanyakan adanya kekosongan jabatan, sementara warga mengeluhkan masalah mendasar seperti korupsi, infrastruktur buruk, pengangguran, serta konflik separatis dan serangan Boko Haram.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 10.42
Presiden Tertua di Dunia Pamitnya Kunjungan Singkat ke Eropa, tapi Sudah 2 Bulan Tak Pulang
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 10.34
Presiden Tertua di Dunia Sudah 71 Hari Kunjungan ke Eropa tapi Tak Pulang-pulang, Ada di Mana Dia?
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 09.00
Ahok Ceritakan Alasan Terjun ke Politik, 'Orang Kaya Tidak Akan Pernah Bisa Lawan Pejabat'
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 09.50
Ketua DPD Beri Gelar 7 Presiden di Sidang Tahunan
Berita terkait
Jelang Muktamar ke-35 NU, Desakan Kepemimpinan Independen dan Berintegritas Menguat
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 17.53
Presiden Tertua Bikin Heboh, "Pelesir" ke Eropa dan Tak Pulang-Pulang
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 21.10
Jangankan Gus Dur, Kiai Idham Chalid pun Tidak...
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 21.38
Mulai Renggang, Trump Tak Mau Sering-Sering Bertemu Korea Selatan
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.45