Jakarta · Minggu, 20 September 2026Cari
WargaKonoha

Presiden Prabowo Instruksikan Pengembangan BBM Campuran Bioetanol E50

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk menyusun peta jalan pengembangan BBM campuran bioetanol 50% (E50) guna menekan impor dan memperkuat ketahanan energi nasional. Langkah ini berkaca pada keberhasilan program B50 yang menghentikan impor solar CN 48. Konsumsi solar nasional tercatat mencapai 39 juta kiloliter per tahun, sementara bensin berkisar antara 39-40 juta kiloliter per tahun. Cadangan BBM nasional dijaga pada batas aman 18 hingga 20 hari.

Sebagai tahap awal, terdapat perbedaan target implementasi: satu sumber menyebut E20 dalam dua tahun, sementara sumber lain menyebut E10 pada 2027 dan E20 pada 2028. Untuk mendukung produksi, pemerintah berencana menyiapkan lahan 2 juta hektare di Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Papua, serta membangun 30 hingga 50 pabrik bioetanol baru menggunakan bahan baku tebu, singkong, dan jagung.

Selain E50, pemerintah akan meningkatkan produksi minyak mentah melalui eksplorasi blok migas, optimalisasi sumur tua dengan teknologi modern, dan pengelolaan profesional terhadap 45.000 sumur rakyat. Rencana pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) Migas melalui RUU Migas juga diupayakan untuk menyederhanakan perizinan dan meningkatkan lifting minyak nasional.

Menurut tiap media