Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

PSI Dukung Penuh Pemerintahan Prabowo-Gibran, Tanggapi Wacana Percepatan Pemilu 2029

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan dukungan tetap pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan. Dalam beberapa pernyataannya, PSI menegaskan akan melawan segala upaya yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan yang sah di tengah jalan. Respons ini disampaikan terkait kemungkinan percepatan Pemilu 2029 yang disinggung oleh Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi. PSI menilai pernyataan Budi Arie sebagai upaya untuk melemahkan legitimasi pemerintah, dan menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah harus disampaikan melalui mekanisme yang ada, bukan melalui gerakan yang tidak konstitusional.

Budi Arie Setiadi sempat menyampaikan kemungkinan adanya percepatan Pemilu 2029, bahkan menyatakan memiliki insting bahwa pemilu bisa berlangsung lebih cepat. Ia mengaitkan kemungkinan ini dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, serta membandingkannya dengan momentum perubahan besar yang terjadi menjelang berakhirnya Orde Baru pada 1997-1999. Namun, pernyataannya mendapat respons berbeda dari PSI. Dedy Nur Palakka menilai upaya menumbangkan pemerintahan Prabowo-Gibran bukanlah hal yang mudah, dan menegaskan bahwa aturan dan mekanisme hukum yang ada harus dilalui terlebih dahulu.

Di sisi lain, dalam Kongres PSI, Presiden Prabowo mempertanyakan afiliasi Budi Arie, menyindir ia mungkin bukan kader PSI. Akhirnya, Budi Arie dicopot dari Kabinet Merah Putih pada 8 September 2025, digantikan oleh Ferry Juliantono. Sebelumnya, DPP PSI juga membantah keterlibatan Budi Arie dalam struktur partainya, menegaskan bahwa ia bukan anggota partai. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga membantah kabar beralihnya afiliasi politiknya ke PSI.

Menurut tiap media