Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Purbaya: Target Pertumbuhan Ekonomi 6% Dicapai dengan Likuiditas Rp200 Triliun di Bank BUMN

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 dapat dicapai meski tanpa dorongan agresif pemerintah. Ia menilai potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah cukup kuat untuk mencapai level tersebut. "Kalau pemerintah malas saja sih bisa tumbuh 6% ekonominya. Tapi kan sekarang pemerintahnya rajin, jadi bisa signifikan di atas 6%," ujarnya. Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, pemerintah memperpanjang penempatan dana sebesar Rp200 triliun pada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga Juli 2027. Dana tersebut tidak akan ditarik dalam periode tersebut, memberikan kepastian likuiditas bagi perbankan.

Purbaya mencatat pertumbuhan base money pada Juli 2026 mencapai 18,3%, yang diperkirakan cukup untuk mendukung pertumbuhan kredit perbankan di atas 20%. Dalam pernyataannya yang berbeda, Liputan6.com melaporkan pertumbuhan uang primer (M0) mencapai 18,3 persen pada Juli 2026, sementara SINDOnews menyebutkan pertumbuhan base money pada periode yang sama. Kedua sumber ini juga berbeda dalam melaporkan pertumbuhan kredit: SINDOnews menyebutkan target di atas 20% tanpa angka spesifik, sementara Liputan6.com melaporkan pertumbuhan kredit saat ini sebesar 13,8 persen dengan target di atas 20 persen.

Dengan likuiditas yang terjaga, sektor swasta diharapkan dapat berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Purbaya menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah dan bank sentral untuk memastikan ketersediaan likuiditas perbankan agar target pertumbuhan ekonomi 2027 dapat terlampaui. Kebijatan ini merupakan hasil koordinasi erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI), dengan Kementerian Keuangan, BI, OJK, dan LPS sepakat bahwa kebijatan ini tidak akan mengganggu stabilitas sistem perbankan nasional.

Menurut tiap media