Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Rencana Pemerintah Pembukaan Rekening Bank Otomatis bagi Warga

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembukaan rekening bank secara masif bagi warga yang belum memiliki akses perbankan untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) dan meningkatkan inklusi keuangan. Program ini akan menggunakan pemadanan data NIK melalui Dukcapil, Bank Indonesia, dan LPS, dengan BRI dan BSI sebagai mitra pelaksana utama. Terdapat perbedaan klaim mengenai batas usia target: beberapa sumber menyebut warga usia 17 tahun, sementara sumber lain menyebut usia 18 tahun atau di atas 18 tahun. Pemerintah menargetkan 200 juta rekening, dengan rencana integrasi pembuatan rekening saat pengurusan KTP.

Rekening tersebut direncanakan memiliki saldo awal dari pemerintah sebesar Rp50.000, meski satu sumber menyebutkan rentang Rp50.000 hingga Rp80.000. Saldo ini diatur agar tidak terpotong biaya administrasi. Selain itu, sistem akan terintegrasi dengan QRIS, di mana pelaku UMKM akan mendapatkan fasilitas bebas biaya merchant discount rate (MDR). Saat ini, pemerintah masih berkoordinasi dengan BI, OJK, dan Kemendagri terkait aspek hukum dan teknis. Di sisi lain, Anggota Komisi II DPR meminta pemerintah membenahi validitas data Dukcapil terlebih dahulu sebelum program diluncurkan secara massal.

Menurut tiap media