Revitalisasi Tambak Pantura: Kritik Lingkungan dan Upaya Penguatan Ekonomi
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Program revitalisasi tambak Pantura yang dikelola pemerintah sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) mendapat kritik dari WALHI Indonesia. Aktivis lingkungan Yogyakarta, Iwan "Terpal" Setiawan, menyatakan program perlu dilihat secara menyeluruh, tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat pesisir, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas tambak, dan ketahanan pangan nasional.
Program ini mencakup lima kabupaten: Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu dengan total lahan 20.413,25 hektare. Hingga September 2026, sekitar 6.000 hektare sudah siap direvitalisasi, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian persoalan pertanahan. Iwan menekankan pemerintah berupaya menghidupkan kembali kawasan tambak yang sudah ada, bukan menghancurkan lingkungan.
Sedangkan JPNN.com melaporkan Iwan Setiawan mengkritik penolakan WALHI terhadap program di Kabupaten Indramayu. Program tahap awal mencakup 20.413,25 hektare di lima kabupaten. Hingga 15 September 2026, 6.000 hektare siap direvitalisasi, dengan Indramayu mengalokasikan 2.875,48 hektare untuk konversi menjadi tambak modern melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
SINDOnews
Revitalisasi Tambak Pantura, Aktivis: Penguatan Ekonomi Masyarakat Pesisir
24 September 2026 pukul 16.20 · Baca aslinya ↗
JPNN.com
Revitalisasi Tambak Pantura Jadi Upaya Dorong Ekonomi Masyarakat Pesisir
24 September 2026 pukul 19.49 · Baca aslinya ↗