Revitalisasi Tambak Pantura, Aktivis: Penguatan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program revitalisasi tambak Pantura yang dikelola pemerintah sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) mendapat kritik dari sejumlah pihak lingkungan, termasuk Walhi Indonesia. Aktivis lingkungan Yogyakarta, Iwan "Terpal" Setiawan, menyuarakan pendapat bahwa program ini perlu dilihat secara menyeluruh. Menurutnya, revitalisasi bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat pesisir, penciptaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas tambak, dan ketahanan pangan nasional.
Iwan menekankan bahwa pemerintah sedang berupaya menghidupkan kembali kawasan tambak yang sudah ada, bukan menghancurkan lingkungan. Program ini mencakup lima kabupaten: Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu. Total lahan yang terlibat mencapai 20.413,25 hektare. Hingga September 2026, sekitar 6.000 hektare sudah siap direvitalisasi, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian persoalan pertanahan.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas tambak yang selama ini dianggap tidak optimal, sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir setempat.
Bagikan
Berita terkait
Menko Pangan Nilai KNMP Jadi Motor Ekonomi Baru bagi Nelayan Makassar
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 09.01
Dari Energi Terbarukan, Tumbuh Pangan dan Kemandirian Petani
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.38
FOTO: Dulu Digusur Kini di Rusun, Warga Kampung Bayam Tetap Bertani
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.40
Petani di Bandung Manfaatkan Panas Bumi untuk Hasilkan Pupuk GeO-Fert
Detik.com · 24 September 2026 pukul 15.40