RI Tolak Pinjaman IMF, Pemerintah Fokus Investasi dan Penghematan Rp200-300 Triliun
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada pinjaman luar negeri. Dalam penutupan Muktamar ke-35 NU, ia menyatakan bahwa pemerintah telah menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) karena menilai Indonesia masih mampu mengelola keuangan negara tanpa perlu berutang tambahan. Prabowo menjelaskan bahwa jika terpaksa melakukan pinjaman, pemerintah akan melakukannya secara selektif dan mengutamakan pinjaman dengan bunga rendah. Sebaliknya, pemerintah lebih memilih menarik investasi asing ke dalam negeri sebagai alternatif pembiayaan pembangunan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga turut menolak tawaran pinjaman dari IMF dan World Bank yang disampaikan saat berada di Washington DC. Menurut Prabowo, Purbaya sempat mendapatkan tawaran pinjaman senilai US$25-30 miliar dari kedua lembaga tersebut untuk mengamankan fiskal Indonesia di tenggung ketidakpastian ekonomi akibat perang. Namun, tawaran tersebut ditolak karena Indonesia masih memiliki cadangan devisa hampir US$25 miliar yang cukup untuk kebutuhan domestik.
Untuk mendanai program pembangunan, pemerintah telah melakukan penghematan yang mencapai lebih dari Rp 200 triliun per tahun, bahkan mendekati Rp 300 triliun. Seluruh dana penghematan ini akan langsung dialokasikan untuk berbagai program yang memberdayakan masyarakat secara langsung. Penolakan pinjaman tersebut mendapat respons negatif dari pihak World Bank dan IMF, yang khawatir kehilangan potensi pendapatan dari bunga utang.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
RI Tolak Tawaran Utang IMF, Prabowo: Kita Tak Mau Banyak Pinjam Uang!
31 Agustus 2026 pukul 12.25 · Baca aslinya ↗
CNBC Indonesia
Sempat Tolak IMF, Prabowo Tegaskan RI Tak Mau Banyak Ngutang
31 Agustus 2026 pukul 13.25 · Baca aslinya ↗