Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Risiko Jatuh Tempo Utang Luar Negeri Indonesia Meningkat

Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet memperingatkan risiko jatuh tempo utang luar negeri (ULN) Indonesia yang semakin pendek. Total ULN pada triwulan II 2026 mencapai 453,4 miliar dolar AS, tumbuh 4,4 persen secara tahunan, dengan utang jangka pendek sebesar 105,95 miliar dolar AS per Juni 2026. Rasio ULN jangka pendek terhadap cadangan devisa naik signifikan dari 55,57 persen pada triwulan II 2025 menjadi 72,77 persen pada triwulan II 2026, meski masih di bawah ambang krisis 100 persen menurut pendekatan Guidotti-Greenspan.

Rasio ULN terhadap PDB tercatat sebesar 30,63 persen menurut ANTARA News, sementara Media Indonesia menyebutkan angka 30,6 persen. Yusuf memprediksi rasio ini tetap di kisaran 30-32 persen hingga akhir 2026 jika pertumbuhan ekonomi positif dan sektor swasta tidak agresif menambah utang valas. Risiko utama terletak pada biaya refinancing dan tekanan kurs, bukan solvabilitas pemerintah.

Cadangan devisa per Agustus 2026 sebesar 146,5 miliar dolar AS, cukup untuk membiayai lebih dari lima bulan impor. Terkait posisi utang, Media Indonesia menambahkan bahwa utang pemerintah mencapai Rp10.293 triliun per Juni 2026, dengan penegasan Menteri Keuangan bahwa utang pemerintah aman di level 40 persen PDB.

Menurut tiap media