Ekonom ingatkan risiko jatuh tempo utang luar negeri yang makin pendek
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengingatkan risiko jatuh tempo utang luar negeri (ULN) yang semakin pendek, meski rasio ULN terhadap PDB tetap stabil. Pada triwulan II 2026, rasio ULN terhadap PDB mencapai 30,63 persen, naik sedikit dari 30,51 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, rasio ULN jangka pendek berdasarkan jangka waktu sisa terhadap cadangan devisa naik signifikan dari 55,57 persen pada triwulan II 2025 menjadi 72,77 persen pada triwulan II 2026. Kenaikan ini menunjukkan bahwa kewajiban valas yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan meningkat relatif terhadap bantulan devisa negara.
Meskipun angka 72,77 persen belum mencapai ambang krisis menurut pendekatan Guidotti-Greenspan (di bawah 100 persen), Yusuf menekankan bahwa risiko terutama terletak pada tekanan kurs dan biaya refinancing, bukan solvabilitas pemerintah. Cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2026 sekitar 146,5 miliar dolar AS, setara dengan lebih dari lima bulan impor, masih memberikan buffer eksternal yang cukup.
Yusuf memperkirakan rasio ULN terhadap PDB akan tetap berada pada kisaran 30-32 persen hingga akhir 2026, asalkan pertumbuhan ekonomi tetap positif dan sektor swasta tidak menambah utang valas secara agresif. Total ULN Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 453,4 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan 4,4 persen secara tahunan. ULN jangka pendek dengan jangka waktu sisa kurang dari atau sama dengan satu tahun mencapai 105,95 miliar dolar AS pada Juni 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 20.51
Ekonom: Risiko Jatuh Tempo Utang Luar Negeri makin Pendek
Berita terkait
Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.10
Rupiah Hari Ini Perkasa ke 17.577 Imbas Dolar AS Tertekan
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 11.30
Awal Perdagangan, Rupiah Dibuka Perkasa ke Level Rp17.588 per USD
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 09.25
Posisi Cadangan Devisa RI Naik Tipis
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 17.48