Ekonom: Risiko Jatuh Tempo Utang Luar Negeri makin Pendek
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Total utang luar negeri Indonesia pada triwulan II 2026 mencapai 453,4 miliar dolar AS, tumbuh 4,4 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, utang jangka pendek (sisa kurang dari atau sama dengan satu tahun) mencapai 105,95 miliar dolar AS pada Juni 2026. Rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa naik drastis dari 55,57 persen pada triwulan II 2025 menjadi 72,77 persen pada triwulan II 2026, meskipun masih di bawah ambang 100 persen sesuai pendekatan Guidotti-Greenspan. Cadangan devisa Indonesia per Agustus 2026 sebesar 146,5 miliar dolar AS masih mampu membiayai lebih dari lima bulan impor. Rasio utang luar negeri terhadap PDB berada di 30,6 persen, jauh di bawah batas 60 persen sesuai standar internasional. Menteri Keuangan menegaskan utang pemerintah aman di level 40 persen PDB, sementara utang pemerintah mencapai Rp10.293 triliun per Juni 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 20.36
Ekonom ingatkan risiko jatuh tempo utang luar negeri yang makin pendek
Berita terkait
Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.10
Rupiah Hari Ini Perkasa ke 17.577 Imbas Dolar AS Tertekan
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 11.30
Awal Perdagangan, Rupiah Dibuka Perkasa ke Level Rp17.588 per USD
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 09.25
Posisi Cadangan Devisa RI Naik Tipis
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 17.48