Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Rumor Akuisisi BYAN Usai Diterpa Klarifikasi dari JARR dan Manajemen

Beberapa media melaporkan munculnya rumor akuisisi mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) oleh grup Haji Isam. Warta Ekonomi dan Detik.com melaporkan bahwa Haji Isam diperkirakan akan mengambil alih sekitar 62,2% hingga 62,25% saham BYAN. Nilai transaksi yang disebutkan bervariasi: CNBC Indonesia menyebutkan nilai Rp358,17 triliun berdasarkan harga penutupan Rp17.275 per saham pada 18 Agustus 2026, sementara Warta Ekonomi merujuk pada perkiraan nilai Rp300 triliun dengan asumsi harga sekitar Rp14.400 per saham.

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), yang terafiliasi dengan Haji Isam, membantah keras rumor tersebut. Direktur Utama JARR, Indra Irawan, menyatakan bahwa perseroan tidak memiliki rencana akuisisi BYAN, baik secara langsung maupun melalui grupnya, dan belum menerima konfirmasi resmi dari pemilik penerima manfaat. Manajemen BYAN juga membantah, dengan Corporate Secretary Jenny Quantero menegaskan bahwa perseroan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan atau akuisisi.

BEI menetapkan BYAN sebagai emiten dengan status High Shareholding Concentration (HSC) karena sekitar 98,50% sahamnya dikuasai oleh pemegang saham tertentu per 30 Juni 2026. Akibatnya, BYAN tidak dapat menjadi konstituen IDX30, LQ45, IDX80, atau masuk dalam indeks MSCI. Di sisi lain, Detik.com melaporkan bahwa saham BYAN turun 6,95% ke Rp16.075 per saham setelah muncul rumor, dengan volume perdagangan mencapai 3,79 juta saham.

Menurut tiap media