Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Fluktuasi Tipis di Kisaran Rp17.855-Rp17.930, Ditekan Kebijakan The Fed dan Tekanan Global

Rupiah mengalami fluktuasi tipis pada akhir September 2026, dengan tiga sumber melaporkan level dan arah berbeda. JawaPos memproyeksikan rupiah melemah ke Rp17.930 per USD pada 23 September, didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. JPNN.com melaporkan rupiah menguat 0,15% ke Rp17.857 per USD pada 23 September, terinspirasi proyeksi Bank Indonesia menahan suku bunga acuan. Warta Ekonomi membuka perdagangan 24 September dengan rupiah melemah ke Rp17.871 per USD, turun 0,3% dari penutupan sebelumnya di Rp17.818. Pada 22 September 2026, rupiah berada di Rp17.855 per USD, melemah 0,78% dari akhir Agustus 2026. Tekanan global yang disebut meliputi kebijakan moneter AS yang ketat, penguatan dolar AS, konflik Timur Tengah, dan harga minyak tinggi. Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan ketidakpastian global tinggi dan menekankan penggunaan seluruh instrumen moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.830-Rp17.880 per USD, dengan kenaikan suku benda 5,75% dan peluang tambahan jika tekanan eksternal persisten. Fed Fund Rate dilaporkan naik ke 3,75%-4% pada September 2026 dengan ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan.

Menurut tiap media