Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Melemah Akibat Tensi Geopolitik Timur Tengah dan Kebutuhan Valas

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada Senin, September 2026. Terdapat perbedaan data kurs: CNBC Indonesia mencatat rupiah berada di level Rp17.830 (turun 0,56%), sementara JPNN.com melaporkan kurs JISDOR di level Rp17.813 (naik 0,38% dari Rp17.745 pada Jumat sebelumnya).

Bank Indonesia (BI) melalui Erwin Gunawan Hutapea menyatakan penyebab utama pelemahan adalah kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak di atas USD100 per barel. Kondisi ini meningkatkan risiko inflasi global dan tekanan pada outlook fiskal. Selain itu, tekanan dipicu oleh kebutuhan valas importir serta arus keluar dana dari portofolio aset domestik.

Untuk menjaga stabilitas, BI akan melakukan intervensi melalui NDF offshore, spot, DNDF domestik, pembelian SBN, serta pengelolaan struktur suku bunga dan operasi moneter pro-market. Sebagai informasi tambahan, cadangan devisa tercatat sebesar USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, dengan penguatan rupiah sebesar 0,37% quarter-to-date.

Menurut tiap media