BI Ungkap Penyebab Kurs Rupiah Kembali Melempem di Hadapan USD
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kurs JISDOR rupiah melemah menjadi Rp 17.813 per USD pada Senin (21/9), naik 0,38 persen dari Rp 17.745 pada Jumat (18/9). Bank Indonesia (BI) menjelaskan penyebab utama adalah kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak di atas $100 per barel. Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, menambahkan bahwa hal ini meningkatkan risiko inflasi global dan tekanan pada outlook fiskal. Tekanan nilai tukar juga dipengaruhi oleh kebutuhan valas importir dan arus keluar dana dari portofolio aset domestik. BI berkomitmen untuk hadir di pasar melalui pengelolaan struktur suku bunga dan strategi operasi moneter pro-market untuk menjaga stabilitas nilai tukar sesuai fundamental.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 14.50
Dolar AS Tembus Rp17.830, BI Buka Suara dan Ungkap Biang Keroknya!
Berita terkait
Malaysia Turunkan Harga BBM Nonsubsidi
Detik.com · 3 September 2026 pukul 10.23
Pemerintah-BI Kompak Ramal Dolar Rp 17.500 di 2027, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.15
BI Perkuat Strategi Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Konflik Timur Tengah
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.00
Dolar AS Tembus Rp 17.800, BI Ungkap Biang Keroknya
Detik.com · 21 September 2026 pukul 16.53