Dolar AS Tembus Rp17.830, BI Buka Suara dan Ungkap Biang Keroknya!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah melemah ke Rp17.830 per dolar AS pada Senin, September 2026, dengan turun 0,56%. Bank Indonesia menyebut tekanan utama dari kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyisihkan harga minyak di atas USD100 per barel. Erwin Gunawan Hutapea, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, menambahkan dampak dari kebutuhan valas importir serta arus keluar dana dari portofolio aset domestik. BI akan memperkuat intervensi melalui NDF offshore, spot, DNDF domestik, serta pembelian SBN. Cadangan devisa mencapai USD146,5 miliar pada akhir Agustus 2026, sementara rupiah menguat 0,37% quarter-to-date.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 17.15
BI Ungkap Penyebab Kurs Rupiah Kembali Melempem di Hadapan USD
Detik.com · 21 September 2026 pukul 16.53
Dolar AS Tembus Rp 17.800, BI Ungkap Biang Keroknya
Berita terkait
Harga Emas Hari Ini Merosot Tersengat Lonjakan Dolar AS hingga Harga Minyak
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 06.40
Prediksi Rupiah Pekan Ini: Dolar AS Menguat, Rupiah Berpotensi Melemah
JawaPos · 13 September 2026 pukul 09.45
Rupiah Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 16.23
Pemerintah-BI Kompak Ramal Dolar Rp 17.500 di 2027, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.15