Rupiah Melemah ke Rp17.758, Dipengaruhi Ketegangan Timur Tengah dan Kebijakan Fed
Rangkuman gabungan dari 4 media · disusun dengan AI
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,03% ke Rp17.758 per dolar AS pada Jumat (18/9/2026), sekaligus turun 0,76% mingguan dari Rp17.611. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik Timur Tengah, termasuk konflik antara Arab Saudi dan Houthi Yaman yang didukung Iran serta serangan terhadap kapal tanker berbendera Togo di Selat Hormuz. Beberapa media menyebut angka penutupan berbeda: CNN Indonesia dan SINDOnews melaporkan Rp17.758, sementara Warta Ekonomi menyebut Rp17.745. Kebijakan moneter Amerika Serikat yang baru saja menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi faktor tambahan tekanan rupiah.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
CNN Indonesia
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.758 per Dolar AS Sore Ini
18 September 2026 pukul 16.28 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Rupiah Tertekan ke Rp17.758, Perang Timur Tengah hingga The Fed Bayangi Pasar
18 September 2026 pukul 16.35 · Baca aslinya ↗
Rupiah Melemah 0,83% dalam Sepekan, Pasar Menanti RDG BI Pekan Depan
19 September 2026 pukul 12.15 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Dalam Sepakan, Rupiah Tertekan 0,83 Persen
20 September 2026 pukul 09.48 · Baca aslinya ↗
JawaPos
Rupiah Berpotensi Tertekan hingga Rp18.000 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
20 September 2026 pukul 15.00 · Baca aslinya ↗