Dalam Sepakan, Rupiah Tertekan 0,83 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah tertekan melemah 0,83% selama satu minggu, menutup perdagangan Jumat (18/9/2026) di Rp17.758 per dolar AS, turun 5 poin dari penutupan sebelumnya. Tekanan ini berturun selama tujuh sesi berturut-turuh, dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik global dan sentimen domestik. Berdasarkan JISDOR Bank Indonesia, rupiah melemah 0,76% mingguan ke level Rp17.745 per dolar AS. Konflik bersenjata di Timur Tengah, khususnya antara Arab Saudi dan Houthi Yaman yang didukung Iran, menjadi faktor utama. Pasokan minyak dunia terancam setelah serangan drone dan kapal tanker di Selat Hormuz, meningkatkan risiko gangguan distribusi energi global. Pasar juga memantau kemungkinan Arab Saudi memulihkan aliran minyak melalui pipa Timur-Barat yang rusak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 12.15
Rupiah Melemah 0,83% dalam Sepekan, Pasar Menanti RDG BI Pekan Depan
SINDOnews · 18 September 2026 pukul 16.35
Rupiah Tertekan ke Rp17.758, Perang Timur Tengah hingga The Fed Bayangi Pasar
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 16.28
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.758 per Dolar AS Sore Ini
Liputan6.com · 19 September 2026 pukul 08.33
Harga Minyak Dunia Tergelincir, Ini Pemicunya
Berita terkait
Rupiah bergerak menguat seiring keputusan BI tahan suku bunga acuan
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 17.12
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.753 Usai The Fed Naikkan Suku Bunga
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.33
Awal Perdagangan, Rupiah Dibuka Menguat Rp17.605 per USD
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 09.28
Rupiah Lunglai ke Rp17.611 per Dolar AS Imbas Konflik Timteng Memanas
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 16.27