Jakarta · Jumat, 18 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Tertekan ke Rp17.758, Perang Timur Tengah hingga The Fed Bayangi Pasar

Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,03% ke Rp17.758 per dolar AS pada perdagangan Jumat, dipengaruhi sentimen eksternal terkait ketegangan geopolitik Timur Tengah dan arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran menambah risiko pasokan minyak global, sementara Iran melaporkan serangan terhadap kapal tanker berbendera Togo di Selat Hormuz. Prospek pasokan minyak tetap tidak pasti akibat ketegangan ini.

Dari sisi diplomasi, Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mengambil keputusan terkait aksi militer terhadap Iran, sementara China mendorong Washington dan Teheran menahan diri untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kebijakan moneter AS juga menjadi sorotan pasar setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke 3,75%-4,00%, dengan sikap hawkish pejabat The Fed terkait inflasi tinggi berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga dan likuiditas global.

Pasar juga memperhatikan kemungkinan Arab Saudi memulihkan sebagian aliran minyak melalui pipa Timur-Barat yang rusak akibat serangan drone pekan lalu. Kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter AS ini terus mendukung tekanan pada rupiah dan volatilitas pasar keuangan global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait