Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah Menguat ke Rp17.679 Berkat Data Tenaga Kerja AS yang Lebih Lembut

Nilai tukar rupiah menguat 0,47 persen atau 84 poin menjadi Rp17.679 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, didorong oleh data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data ADP Employment Change menunjukkan penambahan pekerja sektor swasta hanya 38 ribu pada Agustus, di bawah perkiraan 47 ribu dan angka sebelumnya 46 ribu, menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Kurs JISDOR Bank Indonesia juga menguat ke Rp17.689 per dolar AS dari Rp17.770 sebelumnya.

Penguatan rupiah didukung oleh koreksi harga minyak dari level tinggi, yang mengurangi tekanan terhadap mata uang kawasan. Indeks DXY melemah di area 99,27, memberi ruang bagi rupiah dan mata uang Asia untuk menguat. Sentimen negatif dari eskalasi konflik AS-Iran tidak menjadi faktor dominan, meski meningkatkan ketidakpastian pasar. Liputan6.com melaporkan bahwa militer Iran meluncurkan serangan balasan yang menyasar pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Irak, meningkatkan ketidakpastian pasokan minyak.

JawaPos memproyeksikan rentang fluktuasi rupiah antara Rp17.630-Rp17.680 untuk perdagangan Jumat, sementara probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan September 15-16 mencapai 64 persen menurut CME FedWatch.

Menurut tiap media