Rupiah menguat seiring data tenaga kerja AS lebih lemah dari perkiraan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah menguat 0,47 persen atau 84 poin menjadi Rp17.679 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, didorong oleh data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data ADP Employment Change menunjukkan penambahan pekerja sektor swasta hanya 38 ribu pada Agustus, di bawah perkiraan 47 ribu dan angka sebelumnya 46 ribu, menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed.
Penguatan rupiah juga didukung oleh koreksi harga minyak dari level tinggi, yang mengurangi tekanan terhadap mata uang kawasan. Indeks DXY melemah di area 99,27, memberi ruang bagi rupiah dan mata uang Asia untuk menguat. Sentimen negatif dari eskalasi konflik AS-Iran belum menjadi faktor dominan, meski meningkatkan ketidakpastian pasar.
Kurs JISDOR Bank Indonesia juga menguat ke Rp17.689 per dolar AS dari Rp17.770 sebelumnya. Rupiah tetap sensitif terhadap pergerakan dolar AS dan dinamika global, sementara risiko dari konflik geopolitik perlu diwaspadai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 18.45
Rupiah Hari Ini Melesat ke 17.679 Setelah Data Tenaga Kerja AS Melemah
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.05
Rupiah Ditutup Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.750/US$
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 11.45
Rupiah Hari Ini Kembali Loyo ke 17.774 Imbas Harga Minyak
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 17.56
Kabar Baik dari Rupiah, Alhamdulillah Moncer
Berita terkait
Rupiah Tertekan Konflik AS-Iran, Hari Ini Tembus 17.722 per Dolar AS
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.01
Rupiah Kehabisan Tenaga, Dolar AS Kembali Naik ke Rp17.830
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.10
Rupiah Perkasa ke Rp16.679 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.24
Rupiah Perkasa ke Rp17.679 per Dolar AS Sore Ini
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.24