Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Rupiah menguat seiring data tenaga kerja AS lebih lemah dari perkiraan

Nilai tukar rupiah menguat 0,47 persen atau 84 poin menjadi Rp17.679 per dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis, didorong oleh data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data ADP Employment Change menunjukkan penambahan pekerja sektor swasta hanya 38 ribu pada Agustus, di bawah perkiraan 47 ribu dan angka sebelumnya 46 ribu, menurunkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed.

Penguatan rupiah juga didukung oleh koreksi harga minyak dari level tinggi, yang mengurangi tekanan terhadap mata uang kawasan. Indeks DXY melemah di area 99,27, memberi ruang bagi rupiah dan mata uang Asia untuk menguat. Sentimen negatif dari eskalasi konflik AS-Iran belum menjadi faktor dominan, meski meningkatkan ketidakpastian pasar.

Kurs JISDOR Bank Indonesia juga menguat ke Rp17.689 per dolar AS dari Rp17.770 sebelumnya. Rupiah tetap sensitif terhadap pergerakan dolar AS dan dinamika global, sementara risiko dari konflik geopolitik perlu diwaspadai.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait