Rupiah Menguat, Pasar Patok Kenaikan Suku Bunga Fed dan Konflik AS-Iran
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Rupiah ditutup menguat pada level Rp17.882 per dolar AS pada Jumat, dipengaruhi oleh penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. ANTARA News melaporkan rupiah menguat 0,47 persen, sementara SINDOnews menyebut kenaikan sebesar 84 poin. Kedua sumber menyebutkan kenaikan ini terkait dengan data inflasi AS yang lebih rendah dari proyeksi, sehingga peluang kenaikan suku bunga Fed pada Oktober turun drastis dari 69 persen menjadi 26 persen. PCE inti AS pada Agustus naik 3 persen tahunan, di bawah ekspektasi pasar yang mencapai 3,3 persen.
Konflik AS dengan Iran menjadi faktor risiko tambahan yang memicu ketegangan pasar, terutama melalui Selat Hormuz sebagai jalur kritis untuk pasokan energi global. Analis menyoroti bahwa geopolitik global dan kebijakan moneter AS menjadi penggerak utama. Di sisi lain, pasar juga menantikan data nonfarm payrolls September, yang diproyeksikan menambahkan 90.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran tetap di 4,1 persen.
Beberapa suara dari Federal Reserve menunjukkan sikap yang berbeda. Wakil Ketua Philip Jefferson menilai perekonomian AS hampir mencapai maksimal, sementara Neel Kashkari tetap menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Bank Indonesia juga memantau situasi dengan kurs JISDOR yang menguat ke level Rp17.898 per dolar AS.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
ANTARA News
Rupiah menguat seiring penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
2 Oktober 2026 pukul 16.27 · Baca aslinya ↗
SINDOnews
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.882, BI Perluas Underlying Operasi Moneter
2 Oktober 2026 pukul 17.04 · Baca aslinya ↗