Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.882, BI Perluas Underlying Operasi Moneter
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rupiah menguat 84 poin menjadi Rp17.882 per USD pada Jumat (2/10/2026) terjadi pada perdagangan Jumat. Kenaikan didorong oleh spekulasi konflik AS-Iran pasca pemilihan umum November serta risiko inflasi akibat potensi eskalasi di Selat Hormuz. Analis Ibrahim Assuaibi menyatakan geopolitik global dan kebijakan moneter AS menjadi faktor utama. Di sisi Fed, Wakil Ketua Philip Jefferson menilai perekonomian hampir maksimal, sementara Neel Kashkari menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Pasar menantikan data nonfarm payrolls September yang diproyeksikan penambahan 90.000 pekerjaan dengan pengangguran tetap 4,1%.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 16.27
Rupiah menguat seiring penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga Fed
JawaPos · 2 Oktober 2026 pukul 16.45
Rupiah Menguat Seiring Penurunan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 16.15
Rupiah Bangkit ke Rp17.892 per Dolar AS Jumat Sore
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 15.15
Rupiah Melemah hingga Inflasi Bayangi Pasar Properti
Berita terkait
Rupiah Ditutup Melemah 0,23%, Dolar AS Naik ke Rp17.750/US$
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 15.05
Rupiah melemah seiring memanasnya hubungan AS dengan Iran
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 16.41
Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.925, Harga Minyak Tertekan Jadi Angin Segar
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 11.53
Rupiah melemah dipengaruhi potensi pengetatan kebijakan moneter Fed
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 16.08