Said Iqbal Hingga BPS Kritik Data Desil untuk Penentuan Kesejahteraan
Rangkuman gabungan dari 2 media · disusun dengan AI
Presiden KSPI dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengkritik keras penggunaan data desil dalam menentukan kondisi ekonomi masyarakat. Sistem ini dianggap tidak akurat karena dapat menempatkan pekerja dengan penghasilan rendah, seperti Rp2-3 juta per bulan, ke dalam desil tinggi (9 atau 10). Penghitungan desil tidak hanya mempertimbangkan pendapatan, tetapi juga aset, kondisi tempat tinggal, dan kepemilikan kendaraan, sehingga menyebabkan klasifikasi yang tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenaranya. Contohnya, buruh dengan pendapatan Rp3 juta yang menerima hadiah motor bisa masuk desil 9-10, padahal seharusnya tidak termasuk dalam kelompok sejahtera. Said Iqbal menekankan perlunya evaluasi metode penentuan desil yang lebih mengedepankan indikator pendapatan atau upah, serta mengacu pada standar internasional yang diperbarui setiap lima tahun.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Bos Buruh Protes Keras Gaji UMP Masuk Desil 6-10: Ngawur!
29 Agustus 2026 pukul 13.55 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Said Iqbal Kritik Data Desil: Gaji Rp3 Juta Bisa Masuk Desil 10
29 Agustus 2026 pukul 22.00 · Baca aslinya ↗