Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Said Iqbal Kritik Data Desil: Gaji Rp3 Juta Bisa Masuk Desil 10

Presiden KSPI dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengkritik keras penggunaan data desil dalam menentukan kondisi ekonomi masyarakat. Menurutnya, sistem ini tidak akurat karena dapat menempatkan pekerja dengan penghasilan rendah, seperti Rp3 juta per bulan, ke dalam desil tinggi (9 atau 10). Said menjelaskan bahwa penghitungan desil tidak hanya mempertimbangkan pendapatan, tetapi juga aset dan kondisi tempat tinggal, sehingga menyebabkan klasifikasi yang tidak sesuai. Ia memberikan contoh pekerja yang hanya berpenghasilan Rp2 juta per bulan tetapi tinggal di rumah besar warisan keluarga, yang justru masuk ke desil tinggi. "Desil 1 sampai dengan 10 itu sengawur," katanya. Said juga menyoroti bahwa kepemilikan kendaraan seperti sepeda motor yang diwariskan atau diberikan tidak serta-merta menunjukkan kemampuan ekonomi tinggi. "Misal lagi, ada buruh, penghasilannya Rp3 juta, terima hadiah motor. Apakah dia masuk desil 9? Aduh!" ujarnya. Said meminta BPS untuk berbenah agar hasilnya akurat, mengingat anggaran yang digelontorkan cukup besar, meskipun ia menegaskan bahwa anggaran Rp7 triliun yang dimaksud adalah total anggaran operasional BPS, bukan khusus untuk sensus ekonomi.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait